Tangguh di Awal Tahun, Panen Majalengka Tembus 204 Ribu Ton di Tengah Ancaman Kemarau
Ilustrasi panen gabah. (FOTO: istimewa)

Tangguh di Awal Tahun, Panen Majalengka Tembus 204 Ribu Ton di Tengah Ancaman Kemarau

DKP3 Majalengka catat luas panen 31.253 hektare dengan produksi 204.261 ton gabah (Januari–Maret 2026). Petani diminta percepat tanam MT II antisipasi kemarau dini.

TIMES Majalengka,Sabtu 11 April 2026, 20:20 WIB
492
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKADi tengah prediksi datangnya musim kemarau lebih awal, sektor pertanian di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mencatat kinerja positif pada awal 2026. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka

Total luas panen sejak Januari hingga Maret 2026 mencapai 31.253 hektare dengan produksi sebesar 204.261 ton gabah. Capaian ini dinilai menjadi modal penting bagi ketahanan pangan daerah di tengah potensi tekanan iklim.

Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa sebagian petani masih berada dalam fase panen Musim Tanam I (MT I) karena keterlambatan tanam sebelumnya akibat curah hujan yang tidak merata.

"Belum seluruh petani menyelesaikan panen MT I. Ada wilayah yang mengalami keterlambatan tanam karena distribusi hujan yang tidak merata," ujar Gatot Sulaeman, Sabtu (11/4/2026)

Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Jatitujuh, Kecamatan Ligung, dan sebagian Kecamatan Kertajati disebut mengalami kendala pasokan air irigasi yang berdampak pada mundurnya jadwal tanam.

"Untuk mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat, petani diimbau segera melakukan tanam Musim Tanam II (MT II) setelah panen MT I selesai," ungkap Gatot Sulaeman.

Di lapangan, petani menyatakan kesiapan namun tetap menyoroti tantangan ketersediaan air dan sarana produksi. Dedi, petani asal Ligung, menyebut percepatan tanam sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi.

Sementara Ujang, petani dari Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, menegaskan bahwa keberhasilan tanam sangat ditentukan oleh dukungan benih, pupuk, dan pengelolaan air.

Dengan sinergi antara pemerintah dan petani, capaian produksi pada awal 2026 diharapkan menjadi pijakan kuat untuk menjaga produktivitas pertanian Majalengka di tengah ancaman kemarau dini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Majalengka, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.