Perluas Dampak Ekonomi Haji 2026 di Majalengka, Dorong UMKM dan Perikanan
Pemerintah mulai mewajibkan penggunaan produk lokal, seperti bumbu dapur hasil UMKM, untuk kebutuhan konsumsi jamaah di Tanah Suci.
MAJALENGKA – Transformasi haji 2026 tidak hanya berfokus pada pelayanan ibadah, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi nasional.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan optimalisasi peran UMKM saat kegiatan manasik di Pondok Pesantren Al Mizan, Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Pemerintah mulai mewajibkan penggunaan produk lokal, seperti bumbu dapur hasil UMKM, untuk kebutuhan konsumsi jamaah di Tanah Suci.
Selain itu, sektor perikanan dalam negeri, termasuk budidaya ikan patin dari Jawa Barat, diproyeksikan menjadi pemasok utama menggantikan produk impor.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
Di sisi lain, penyelenggaraan haji 2026 juga mengusung konsep Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, mengingat mayoritas jamaah merupakan kelompok usia lanjut.
Untuk tahun ini, kuota haji Indonesia ditetapkan sebanyak 221.000 jamaah, dengan pemberangkatan dimulai pada 22 April 2026. Puncak ibadah wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada 26 Mei 2026.
Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap penyelenggaraan haji tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang luas bagi Indonesia, termasuk daerah seperti Majalengka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

