Sisa-Sisa Lebaran di Meja Makan Warga Majalengka, Cerita Hangat Setelah Hari Raya
Ilustrasi sisa-sisa lebaran di meja makan, cerita hangat setelah hari raya. (FOTO: TIMES Indonesia AI)

Sisa-Sisa Lebaran di Meja Makan Warga Majalengka, Cerita Hangat Setelah Hari Raya

Setelah hiruk-pikuk Lebaran usai, rumah-rumah di Majalengka kembali tenang. Sisa ketupat, opor, dan kue kering di meja makan jadi pengingat hangatnya kebersamaan keluarga.

TIMES Majalengka,Minggu 22 Maret 2026, 15:01 WIB
564
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKABeberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri berlalu, suasana di banyak rumah di Majalengka mulai kembali tenang. Tamu yang sebelumnya silih berganti datang bersilaturahmi kini berkurang. Namun di atas meja makan, masih tersisa jejak-jejak kebersamaan Lebaran.

Toples-toples kue yang beberapa hari lalu penuh kini mulai berkurang. Ketupat yang dulu disajikan dalam jumlah banyak perlahan habis dimakan bersama keluarga. Di sudut meja, piring berisi opor ayam dan sambal goreng masih sesekali dihangatkan untuk santapan keluarga.

Bagi banyak warga Majalengka, sisa-sisa hidangan Lebaran bukan sekadar makanan. Ia menjadi bagian dari cerita kebersamaan yang tercipta selama momen Idul Fitri.

Di sebuah rumah di kawasan Majalengka, Meli terlihat merapikan meja makan sambil sesekali membuka toples kue.

“Biasanya kue Lebaran masih ada sampai beberapa hari. Anak-anak juga masih suka ngemil,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurutnya, suasana makan setelah Lebaran sering terasa berbeda. Jika pada hari pertama Idul Fitri meja makan dipenuhi keluarga besar dan tamu yang datang silih berganti, kini hanya anggota keluarga inti yang menikmati hidangan yang tersisa.

Meski begitu, momen sederhana ini tetap menghadirkan kehangatan tersendiri.
Di banyak rumah di Majalengka, sisa hidangan Lebaran sering kali menjadi santapan hingga beberapa hari setelah hari raya. Ketupat yang masih tersisa biasanya dimakan bersama lauk sederhana atau bahkan dijadikan menu baru.

Tak jarang pula, kue-kue Lebaran menjadi teman minum teh atau kopi di sore hari sambil berbincang santai bersama keluarga.

Rizal, warga Majalengka lainnya, mengatakan suasana setelah Lebaran justru terasa lebih tenang.

“Kalau hari pertama Lebaran biasanya sangat ramai. Setelah itu kita bisa menikmati makanan sambil santai bersama keluarga,” katanya.

Di balik kesederhanaannya, meja makan setelah Lebaran menyimpan banyak cerita. Di sanalah tawa keluarga pernah pecah, cerita perjalanan mudik dibagikan, dan silaturahmi terjalin dengan hangat.

Ketika hari raya mulai berlalu dan aktivitas kembali normal, sisa-sisa hidangan di meja makan menjadi pengingat kecil tentang kebersamaan yang baru saja terjadi.

Bagi warga Majalengka, Lebaran memang tidak hanya tentang satu hari perayaan. Ia adalah rangkaian momen yang terus hidup dalam cerita, kenangan, dan bahkan dalam sisa hidangan yang masih tersaji di meja makan rumah mereka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Majalengka, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.