Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Majalengka Siagakan 885 Personel Amankan Mudik Lebaran
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, jajaran Polres Majalengka menggelar apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Lodaya 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 H, Kamis (13/3/2026)
MAJALENGKA – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, jajaran Polres Majalengka menggelar apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Lodaya 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 H, Kamis (13/3/2026).
Apel tersebut menjadi simbol kesiapsiagaan aparat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran di wilayah Kabupaten Majalengka.
Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini harus siaga penuh di setiap pos pengamanan yang telah disiapkan.
Menurutnya, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan mendirikan satu pos terpadu, tujuh pos pengamanan, serta dua pos pelayanan yang tersebar di wilayah hukum Polres Majalengka.
"Seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 harus intens berada di posnya masing-masing. Kami memiliki satu pos terpadu, tujuh pos pengamanan, dan dua pos pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polres Majalengka," ujar AKBP Rita.
Ia menjelaskan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur lalu lintas, tetapi juga pada titik-titik vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama musim mudik.
Majalengka sendiri memiliki berbagai simpul transportasi penting, seperti terminal dan bandara, yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas menjelang Lebaran.
"Di wilayah kami ada terminal dan juga bandara, sehingga setiap tempat dan kegiatan masyarakat akan kami amankan. Untuk pos pelayanan, kami juga menyediakan berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, itu yang membedakan," jelasnya.
Dalam operasi tersebut, Polres Majalengka mengerahkan 448 personel Polri yang didukung oleh berbagai instansi terkait. Secara keseluruhan, jumlah personel yang dilibatkan mencapai 885 orang.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Namun, pihak kepolisian masih akan memantau perkembangan situasi di lapangan untuk menentukan apakah operasi akan diperpanjang atau dilanjutkan melalui kegiatan rutin pengamanan.
Selain menyiapkan pengamanan jalur mudik, Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah dalam waktu lama agar melapor ke kantor polisi terdekat.
"Bagi masyarakat yang akan mudik dan meninggalkan rumah dalam waktu lama, kami imbau untuk melapor ke Polsek terdekat agar bisa mendapatkan monitoring khusus terhadap rumah tersebut," katanya.
Tidak hanya itu, masyarakat juga dipersilakan menitipkan kendaraan bermotor di kantor polisi guna meningkatkan keamanan selama ditinggal mudik.
"Apabila ada masyarakat yang ingin menitipkan kendaraan bermotornya, silakan mendaftar di Polsek terdekat," tambah AKBP Rita.
Dengan kesiapan personel, pos pengamanan, serta sinergi lintas instansi, Polres Majalengka berharap pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

