Bayi 2 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Cipelang
Polres Majalengka evakuasi penemuan balita di Sungai Cipelang Jatitujuh. (FOTO: Polres Majalengka for TIMES Indonesia)

Bayi 2 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Cipelang

Bayi perempuan berusia 2 tahun yang semula dilaporkan hilang ditemukan meninggal di Sungai Cipelang Majalengka.

TIMES Majalengka,Jumat 20 Maret 2026, 11:53 WIB
629
J
Jaja Sumarja

TIMESINDONESIASuasana tenang di wilayah Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi duka pada Kamis petang (19/3/2026). Warga digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan di aliran Sungai Cipelang.

Kabar tersebut dengan cepat menyebar, memicu kepanikan sekaligus kesedihan mendalam, terutama bagi keluarga korban yang sebelumnya tengah melakukan pencarian. Bayi berusia dua tahun itu diketahui merupakan warga Desa Jatitujuh yang sempat dilaporkan hilang saat ditinggal ibunya pergi ke pasar.

Menurut kronologi, korban berada di rumah bersama sang kakak. Namun, ketika ibunya kembali sekitar pukul 17.00 WIB, anak tersebut sudah tidak berada di tempat. 

Pencarian pun dilakukan secara mandiri oleh keluarga di sekitar lingkungan rumah hingga saluran air. Harapan itu berubah menjadi pilu saat informasi penemuan jasad anak perempuan muncul dari wilayah Desa Putridalem.

Mendapat laporan warga, jajaran Polres Majalengka melalui Polsek Jatitujuh langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan perangkat desa setempat.

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasi Humas AKP Yayan Ruhian menegaskan bahwa tindakan cepat tersebut merupakan bagian dari respons kepolisian dalam menangani situasi darurat di tengah masyarakat.

"Begitu laporan diterima, personel langsung mendatangi TKP, mengevakuasi korban ke Puskesmas Jatitujuh, dan berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan kondisi korban," ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan. Kondisi fisik menunjukkan tanda-tanda tidak adanya denyut nadi dan pernapasan, dengan wajah yang sudah pucat.

Di tengah suasana haru, petugas kepolisian yang dipimpin Kapolsek Jatitujuh turut mengawal proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

Dengan penuh keikhlasan, keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di lingkungan yang dekat dengan aliran air. Kapolres Majalengka pun mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan demi mencegah tragedi serupa terulang.

Di balik derasnya arus kehidupan, duka di Sungai Cipelang meninggalkan pesan yang tak boleh diabaikan, bahwa keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama, dan kewaspadaan adalah benteng utama dari kehilangan yang tak tergantikan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Majalengka, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.