Mudik Lebaran 2026 Disiapkan Matang, Bupati Majalengka Target Kepuasan Pemudik 95 Persen
Menurut Bupati Eman, kehadiran berbagai pihak ini menjadi bukti kuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang akan melintasi Majalengka.
MAJALENGKA – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) bersama aparat keamanan dan berbagai instansi terkait mulai mematangkan persiapan melalui rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan para pemudik yang melintasi wilayah Majalengka.
Bupati Majalengka, H Eman Suherman menyampaikan rasa syukur karena seluruh unsur pemerintahan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, hingga komunitas masyarakat dapat hadir dalam forum koordinasi tersebut.
Menurutnya, kehadiran berbagai pihak ini menjadi bukti kuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang akan melintasi Majalengka.
Ia menegaskan bahwa semangat mewujudkan Majalengka 'Langkung SAE' atau semakin baik harus terus menjadi inspirasi dalam tiap langkah pelayanan publik, termasuk dalam menghadapi momentum mudik Lebaran yang selalu menjadi perhatian besar pemerintah daerah.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, tingkat kepuasan publik terhadap pelayanan kepada pemudik pada tahun sebelumnya telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, pemerintah daerah tidak ingin berhenti pada capaian tersebut.
"Target kita tahun ini harus lebih baik lagi. Kalau kemarin kepuasan publik 90 persen, kita ingin naik menjadi 92 bahkan 95 persen," ujar Bupati Eman Suherman kepada TIMES Indonesia, Rabu (11/3/2026).
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius pada upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Jika pada tahun sebelumnya angka kecelakaan berhasil ditekan hingga sekitar 30 persen, maka pada Operasi Ketupat Lodaya 2026 pemerintah menargetkan penurunan yang lebih signifikan hingga 10 persen.
Menurut Bupati, target tersebut hanya dapat tercapai jika seluruh pihak bekerja secara serentak dan menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar setiap potensi persoalan di lapangan dapat diantisipasi sejak dini.
Persiapan Teknis Lintas Sektor
Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai kesiapan teknis juga dipaparkan oleh masing-masing instansi.
Setiap OPD diminta mempresentasikan strategi yang telah disiapkan, mulai dari rekayasa lalu lintas, kesiapan personel, hingga dukungan sarana dan prasarana di lapangan.
Dinas Pekerjaan Umum, misalnya, menyiapkan alat berat guna mengantisipasi potensi gangguan di jalur mudik.
Sementara itu, Dinas Perhubungan juga mempersiapkan berbagai perangkat pendukung lalu lintas agar arus kendaraan tetap berjalan lancar dan aman.
Bupati Majalengka menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
"Masyarakat tidak perlu khawatir saat mudik. Pemerintah bersama seluruh pihak terkait sudah menyiapkan berbagai langkah agar perjalanan aman dan nyaman," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Strategi Pihak Kepolisian
Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, menegaskan bahwa jajaran kepolisian telah menyiapkan berbagai strategi pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Menurutnya, sejumlah skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.
Tujuannya agar arus kendaraan tetap lancar dan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Ia juga menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait lainnya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran 2026.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai instansi terkait lainnya, Majalengka optimis mampu menghadirkan pelayanan mudik yang lebih baik pada Lebaran 2026. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

