ASN Majalengka WFH Tiap Senin, Strategi Efisiensi Energi di Tengah Gejolak Global
Bupati Majalengka terapkan WFH setiap Senin untuk efisiensi energi. Pelayanan publik tetap berjalan, perjalanan dinas dibatasi. Langkah antisipatif hadapi perubahan global.
MAJALENGKA – Suasana di lingkungan Pemkab Majalengka Jawa Barat, Senin pagi (26/3/2026) terasa berbeda. Bukan karena sunyi, melainkan karena sebuah perubahan besar sedang disiapkan perubahan cara kerja yang tak lagi sepenuhnya bergantung pada meja kantor.
Di tengah momen hangat halalbihalal yang digelar di Lapangan Tenis Setda, Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menyampaikan sebuah kebijakan baru yang akan mengubah ritme kerja aparatur sipil negara. Work From Home (WFH) setiap hari Senin.
Kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian teknis. Ia lahir dari tekanan yang lebih luas dinamika global yang bergelombang, terutama konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi. Dalam lanskap itulah, pemerintah daerah memilih bergerak adaptif.
"Ini bagian dari upaya efisiensi, terutama dalam penggunaan energi. Kita harus menyesuaikan pola kerja tanpa mengorbankan produktivitas. WFH akan diberlakukan mulai Senin depan," ujar Bupati, dengan nada tegas namun tenang.
WFH, menurutnya, bukanlah jeda dari tanggung jawab. Justru sebaliknya, ini adalah transformasi cara bekerja. Para ASN tetap dituntut menjalankan tugas dari rumah, mengikuti arahan pimpinan sesuai bidang masing-masing.
Di balik kebijakan tersebut, ada satu tujuan yang jelas, mengurangi mobilitas, menekan konsumsi energi, dan tetap menjaga kinerja pemerintahan tetap optimal. Namun, di tengah perubahan itu, satu hal tetap menjadi garis tegas, pelayanan publik tidak boleh terganggu.
"Seluruh perangkat daerah kami minta memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan layanan seperti biasa, terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga," katanya.
Langkah ini juga diiringi dengan kebijakan efisiensi lainnya. Perjalanan dinas akan dibatasi, kegiatan seremonial dikurangi, dan setiap aktivitas pemerintahan akan diarahkan pada prinsip hemat dan efektif.
Di tengah potensi kekhawatiran, Bupati Eman Suherman pun menyampaikan pesan yang menenangkan.
"Kami pastikan kondisi daerah tetap aman. Ini bukan situasi darurat, melainkan langkah antisipatif agar kita lebih siap menghadapi perubahan global," tegasnya.
Kini, setiap hari Senin di Majalengka tak lagi sekadar awal pekan kerja biasa. Ia menjadi simbol adaptasi di mana ruang kerja meluas, dari kantor ke rumah, dari rutinitas lama menuju sistem kerja yang lebih fleksibel dan efisien.
Dan di balik layar perubahan itu, Pemkab Majalengka terus memantau, mengevaluasi, dan memastikan satu hal tetap terjaga. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti, meski cara kerja berubah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

