TIMES MAJALENGKA, TEGAL – Cuaca tampak cerah meski matahari masih malu untuk menampakkan sinarnya di kawasan lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal. Suasana pagi yang sejuk itu justru menambah semangat para karyawan PT Barokah yang terlihat sigap menyambut kedatangan wisatawan dengan senyuman hangat. Setelah sempat ditutup akibat banjir bandang, para pengunjung kini kembali dapat menikmati derasnya air hangat alami dari sumber Air Panas Pancuran 13 Guci.
Uap tipis mengepul dari kolam pemandian menjadi penanda bahwa kawasan wisata alam ini telah kembali hidup dan siap menyambut wisatawan.
Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pancuran 13 Guci sebelumnya terdampak banjir bandang yang terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu.
Demi alasan keselamatan, kala terjadi bencana pengelola terpaksa menutup sementara operasional wisata hingga kondisi dinyatakan aman.
Komisaris PT Barokah, H Kastolani, saat berbincang dengan TIMES Indonesia, pada Sabtu (10/1/2026), menjelaskan bahwa pascakejadian tersebut, pihak pengelola langsung mengambil langkah cepat.
Tanpa menunggu waktu lama, upaya penanganan dilakukan secara intensif dengan melibatkan seluruh karyawan serta pihak-pihak terkait.
“Kami tidak menunggu lama untuk segera bertindak. Begitu kondisi memungkinkan, langsung kami turunkan alat berat dan perlengkapan lainnya untuk membersihkan material longsor di area wisata,” ujar Kastolani.
Menurutnya lagi, proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan keselamatan pekerja dan calon pengunjung.
Selain itu, pengelola juga melakukan pengecekan terhadap struktur bangunan, saluran air, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Renovasi kami lakukan secara bertahap namun intensif. Fokus utama kami adalah memastikan kawasan wisata Pancuran 13 Guci ini benar-benar aman dan nyaman sebelum kembali dibuka untuk umum,” jelasnya.
Beberapa fasilitas yang sempat terdampak banjir, seperti jalur pejalan kaki, kolam pemandian, ruang bilas, area penunjang wisata lainnya, juga diperbaiki dan ditata ulang.
Pengelola turut melakukan penambahan rambu peringatan serta memperbaiki sistem drainase guna mengantisipasi potensi kejadian serupa masa mendatang.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, kini Pancuran 13 sudah bisa kembali dibuka untuk umum meski masih dilakukan perbaikan lainnya, Kami pastikan kondisi aman, bersih, dan layak dikunjungi,” imbuh Kastolani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, relawan, pihak-pihak yang telah membantu proses pemulihan kawasan wisata tersebut. Menurutnya, sinergi dan kerja sama menjadi kunci utama percepatan pemulihan pascabanjir bandang.
Lebih jauh, Kastolani menegaskan bahwa keberadaan TWA Pancuran 13 Guci tidak hanya penting sebagai destinasi wisata, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar.
“Di sekitar Taman Wisata Alam Pancuran 13 Guci puluhan bahkan ratusan pedagang yang menggantungkan hidupnya dari berjualan di kawasan wisata ini,” ujarnya.
Dengan kembali dibukanya Pancuran 13 Guci, para pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa wisata diharapkan dapat kembali memperoleh penghasilan setelah sempat terdampak penutupan sementara.
Sementara itu, sejumlah wisatawan mengaku senang dengan dibuka kembali kawasan wisata tersebut. Selain menikmati air panas alami yang menjadi daya tarik utama.
Mudah-mudahan kondisi TWA Pancuran 13 kembali tertata meski perlahan dan ke depannya tetap terjaga,” ujar salah satu pengunjung.
Dengan kembali beroperasinya Taman Wisata Alam Pancuran 13 Guci, diharapkan sektor pariwisata Kabupaten Tegal dapat kembali bergeliat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar pasca kejadian banjir bandang. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Gerak Cepat Renovasi, Taman Wisata Alam Pancuran 13 Guci Kembali Dibuka untuk Umum
| Pewarta | : Cahyo Nugroho |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |