TIMES MAJALENGKA, JAKARTA – Mohamed Salah kembali menjadi pembeda. Satu golnya memastikan Mesir menyingkirkan Pantai Gading, juara bertahan Piala Afrika, lewat kemenangan 3-2 pada laga perempat final di Agadir, Sabtu malam waktu setempat.
Salah mencetak gol keempatnya di turnamen ini pada menit ke-52 sekaligus gol ketiga Mesir dalam pertandingan. Tambahan itu terbukti krusial karena Pantai Gading dua kali mampu memperkecil ketertinggalan.
Mesir tampil efektif sejak awal. Pada menit ke-4 Omar Marmoush membuka keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan lini tengah Pantai Gading. Kesalahan Franck Kessie dalam mengontrol bola membuat Odilon Kossounou tergelincir saat mencoba memotong umpan Emam Ashour yang kemudian berbuah gol.
Ramy Rabia menjaga keunggulan Mesir dengan blok penting sebelum akhirnya menggandakan skor melalui sundulan pada menit ke-32 hasil situasi sepak pojok.
Pantai Gading baru mampu memperkecil kedudukan pada menit ke-40 ketika Ahmed Fotouh membuat gol bunuh diri setelah gagal mengantisipasi bola hasil skema bola mati Yan Diomande.
Memasuki babak kedua, Mesir kembali menjauh. Bola panjang Rabia memecah konsentrasi lini belakang Pantai Gading, Ashour kemudian mengirim umpan dengan sisi luar sepatu kepada Salah yang menuntaskan peluang tersebut.
Pantai Gading terus menekan dan membalas lagi lewat Guéla Doué pada menit ke-73 lewat kemelut di depan gawang setelah Mohamed El-Shenawy sempat menepis bola. Namun upaya menyamakan kedudukan gagal terwujud hingga peluit akhir.
“Kami hanya berjuang untuk negara kami dan berharap kembali lolos di laga berikutnya,” ujar Salah selepas pertandingan.
Mesir selanjutnya bertemu Senegal, juara Piala Afrika 2021, pada semifinal di Tangier, Rabu mendatang. Tim berjuluk The Pharaohs itu memburu gelar kedelapan, yang akan memperpanjang rekor mereka sebagai negara tersukses dalam sejarah turnamen.
Nigeria Ikuti Jejak Mesir
Pada laga lain, Nigeria memastikan tiket semifinal setelah menundukkan Aljazair 2-0 di Marrakech. Victor Osimhen menjadi aktor utama setelah mencetak satu gol dan memberi satu assist.
“Kami tidak perlu membahas soal penampilan individu, fokus kami adalah kerja tim,” kata Osimhen yang pekan ini menjadi sorotan akibat perselisihan kecil dengan rekan setimnya, Ademola Lookman, pada laga sebelumnya.
Nigeria sempat kesulitan di babak pertama menghadapi pertahanan Aljazair yang menjadi salah satu yang terbaik sepanjang turnamen. Peluang Akor Adams dan Calvin Bassey belum mampu mengubah kedudukan.
Setelah jeda, Osimhen memecah kebuntuan lewat sundulan menyilang menyambut umpan Bruno Onyemaechi. Gol itu menjadi yang pertama bersarang ke gawang Luca Zidane pada turnamen ini.
Tidak lama kemudian, serangan sabar Nigeria berbuah gol kedua. Osimhen menerima umpan Alex Iwobi dan mengirimkan bola melebar kepada Adams yang mengecoh Zidane dan memasukkan bola ke gawang kosong pada menit ke-57.
Aljazair melakukan tiga pergantian termasuk menarik kapten Riyad Mahrez dan striker Ibrahim Maza, tetapi tidak mampu mengambil alih tempo dari Nigeria yang tampil lebih dominan.
Keributan kecil sempat terjadi setelah peluit akhir. Wasit Issa Sy bahkan harus dikawal saat meninggalkan lapangan akibat protes dari kubu Aljazair.
Nigeria, tiga kali juara Piala Afrika dan finalis edisi sebelumnya, membidik gelar pertama sejak 2013. Mereka akan menghadapi tuan rumah Maroko pada semifinal di Rabat, Rabu.
Sementara itu, dua semifinalis lain, Senegal dan Maroko, telah lebih dulu memastikan tempat setelah menyingkirkan Kamerun dan Mali. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Mohamed Salah Antar Mesir ke Semifinal Piala Afrika
| Pewarta | : Wahyu Nurdiyanto |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |