Bank Majalengka Bersiap Naik Kelas Jadi PT Perseroda, Bakal Disuntik Rp9,3 Miliar
Rencana penyertaan modal itu menjadi salah satu tahapan penting dalam proses perubahan badan hukum Bank Majalengka.
MAJALENGKA – Bank Majalengka bersiap naik kelas dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi PT Perseroda.
Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) menyiapkan penyertaan modal baru sebesar Rp9,3 miliar dari APBD 2027 untuk memperkuat struktur permodalan bank milik daerah tersebut.
Rencana penyertaan modal itu menjadi salah satu tahapan penting dalam proses perubahan badan hukum Bank Majalengka. Sebelumnya, pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui kapitalisasi cadangan menjadi modal disetor.
Direktur Utama Bank Majalengka, Asep Muhammad Jamaludin, mengatakan kapitalisasi cadangan yang disepakati dalam RUPS merupakan langkah awal sebelum adanya penyertaan modal baru berupa fresh money dari APBD Kabupaten Majalengka.
"Pada RUPS sore hari ini Pak Bupati menyetujui berita acara kapitalisasi cadangan menjadi modal disetor BPR Majalengka," kata Asep kepada TIMES Indonesia saat ditemuai di Pendopo, Selasa (8/9/2026)
Ia menjelaskan, penyertaan modal sebesar Rp9,3 miliar tersebut direncanakan dilakukan pada Februari 2027. Berbeda dengan keputusan RUPS saat ini, penyertaan modal pada 2027 merupakan tambahan dana baru dari pemerintah daerah.
"Kalau penyertaan modal nanti di Februari 2027 senilai Rp9,3 miliar. Kalau sekarang hanya pergeseran dari cadangan ke modal disetor," ujarnya.
Dengan tambahan modal tersebut, total modal Bank Majalengka diproyeksikan meningkat signifikan. Saat ini, total modal bank tercatat sebesar Rp20,8 miliar.
Setelah mendapatkan suntikan modal Rp9,3 miliar pada Februari 2027, modal Bank Majalengka diproyeksikan mencapai Rp29,9 miliar, atau nyaris Rp30 miliar.
"Total modal sampai saat ini Rp20,8 miliar. Nanti kalau Februari 2027 ditambah Rp9,3 miliar, menjadi Rp29,9 miliar, hampir Rp30 miliar," kata Asep.
Penguatan modal tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi persyaratan perubahan badan hukum Bank Majalengka dari Perumda menjadi PT Perseroda.
Transformasi ini diharapkan memperkuat kapasitas bank daerah dalam mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Kabupaten Majalengka.
Selain penguatan modal, Bank Majalengka juga ditargetkan terus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk 2026, target kontribusi PAD dari Bank Majalengka berada di kisaran Rp2,1 miliar.
"Target PAD untuk tahun 2026 itu kita di kisaran Rp2,1 miliar," ujar Asep.
Dengan modal yang semakin kuat dan perubahan status badan hukum yang tengah dipersiapkan, Bank Majalengka diarahkan menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sektor keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

