Tegas! Bupati Majalengka Warning Pengawas Proyek, Infrastruktur Harus Berkualitas
Bupati Majalengka Eman Suherman tegaskan pengawas proyek jadi garda terdepan jaga kualitas jalan, jembatan, irigasi, tolak proyek diperjualbelikan demi Majalengka Langkung SAE.
MAJALENGKA – Komitmen memperbaiki kualitas infrastruktur ditegaskan langsung oleh Bupati Majalengka H Eman Suherman, yang meminta para pengawas proyek menjadi garda terdepan dalam memastikan mutu pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi di wilayah Majalengka.
Bupati menekankan bahwa wajah keberhasilan pemerintah daerah salah satunya tercermin dari kualitas infrastruktur. Karena itu, peran pengawas dinilai sangat krusial sebagai pihak yang mengetahui spesifikasi teknis pekerjaan di lapangan.
Ia menegaskan, misi besar mewujudkan "Majalengka Langkung SAE" harus dimulai dari perubahan di semua aspek, terutama pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berumur teknis sesuai standar.
Bupati Majalengka juga menyoroti masih adanya jalan yang cepat rusak hanya dalam hitungan bulan, padahal secara teknis seharusnya mampu bertahan minimal lima tahun. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari lemahnya pengawasan.
"Pengawas adalah yang paling terdepan. Mereka tahu spek teknisnya harus seperti apa. Kalau kualitas pekerjaan tidak sesuai, berarti pengawasnya tidak benar menjalankan fungsi," tegas Bupati Eman Suherman kepada TIMES Indonesia, Rabu (25/2/2026)
Lebih jauh, Bupati Majalengka menyoroti praktik proyek yang diperjualbelikan sebagai salah satu penyebab rendahnya kualitas pembangunan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi proyek yang dijual-belikan karena akan merusak mutu pekerjaan dan merugikan masyarakat.
Untuk itu, ia meminta para pengawas bekerja dengan integritas, jujur, disiplin, dan amanah. Ia juga menekankan bahwa kualitas pengawas akan menentukan kualitas hasil pembangunan. Jika pengawasan berjalan baik, maka mutu jalan, jembatan, dan irigasi diyakini akan ikut berkualitas.
Sebaliknya, pengawas yang terbukti lalai hingga menyebabkan kekurangan volume pekerjaan atau kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga akan dikenakan sanksi tegas, termasuk tidak lagi digunakan dalam proyek berikutnya.
Namun bagi pengawas yang bekerja profesional dan berintegritas, Bupati Eman Suherman menjanjikan penghargaan berupa kepercayaan berkelanjutan dalam penugasan.
Bupati Majalengka juga memberikan jaminan kepada para pengawas agar tidak takut terhadap intervensi pihak mana pun, termasuk pihak ketiga yang mengaku dekat dengan pimpinan daerah.
Ia menegaskan bahwa selama pengawas bekerja sesuai aturan dan spesifikasi teknis, pemerintah daerah akan memberikan perlindungan penuh.
"Jangan takut. Sepanjang melaksanakan tugas dengan benar, saya jamin. Tidak boleh ada rasa takut terhadap pihak ketiga. Yang penting kualitas pekerjaan bagus," ujarnya.
Sebagai langkah penguatan sistem pengawasan, Bupati juga menegaskan peran Inspektorat untuk melakukan audit setelah proses PHO (Provisional Hand Over). Audit tersebut bertujuan memastikan kelayakan kualitas bangunan serta kesesuaian pembayaran dengan volume pekerjaan di lapangan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan, sejalan dengan visi besar mewujudkan Majalengka yang "Langkung SAE".
"Dengan pengawasan yang kuat, kami harapkan setiap proyek pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," jelas Bupati Majalengka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




