Lebaran di Majalengka, Saat Doa dan Harapan Mengalir dari Sajadah
TIMES Majalengka/Ilustrasi lebaran saat doa dan harapan mengalir dari sejadah. (FOTO: TIMES Indonesia AI)

Lebaran di Majalengka, Saat Doa dan Harapan Mengalir dari Sajadah

Udara yang sejuk, langit yang cerah, serta gema takbir yang masih terdengar dari masjid-masjid menciptakan suasana khidmat yang menyelimuti kota hingga pelosok desa.

TIMES Majalengka,Jumat 20 Maret 2026, 21:35 WIB
285
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKAMomen pagi Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, selalu datang dengan suasana yang berbeda.

Udara yang sejuk, langit yang cerah, serta gema takbir yang masih terdengar dari masjid-masjid menciptakan suasana khidmat yang menyelimuti kota hingga pelosok desa.

Sejak matahari mulai terbit dari balik perbukitan, warga Majalengka sudah bersiap menuju lapangan dan masjid untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

Dengan pakaian terbaik, masyarakat berjalan bersama keluarga, sebagian membawa sajadah, sebagian lagi menggandeng tangan anak-anak yang terlihat penuh semangat menyambut hari kemenangan.

Masjid hingga Lapangan terbuka di berbagai kecamatan di Majalengka dipenuhi ribuan jamaah yang datang untuk menunaikan shalat Id. Barisan saf terbentang rapi, menciptakan pemandangan yang penuh makna tentang kebersamaan dan persaudaraan.

Ketika imam mengangkat tangan dan takbir pertama dikumandangkan, suasana hening seketika menyelimuti para jamaah.

Di atas sajadah, setiap doa dipanjatkan dengan penuh harap, memohon keberkahan dan kehidupan yang lebih baik setelah menjalani ibadah Ramadan.

Salah seorang tokoh agama setempat, H. Ahmad Ridwan, mengatakan Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk kembali memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan.

"Shalat Idul Fitri bukan hanya ibadah, tetapi juga momen refleksi setelah kita menjalani Ramadan. Di atas sajadah, setiap orang memanjatkan doa dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik," ujar Ahmad Ridwan.

Menurutnya, suasana Lebaran di Kabupaten Majalengka selalu dipenuhi semangat silaturahmi. Setelah shalat Id, masyarakat biasanya langsung saling bersalaman dan saling memaafkan.

"Tradisi saling memaafkan setelah shalat Id masih sangat kuat di masyarakat Majalengka. Itu yang membuat suasana Lebaran terasa begitu hangat," katanya.

Salah seorang warga Majalengka, Joni, mengaku momen shalat Id bersama keluarga selalu menjadi pengalaman yang paling menyentuh setiap tahun.

"Ketika shalat Id bersama keluarga, rasanya ada ketenangan yang sulit dijelaskan. Apalagi saat doa bersama, banyak yang berharap kehidupan ke depan bisa lebih baik," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa setelah shalat Id biasanya keluarga besar berkumpul di rumah untuk menikmati hidangan Lebaran sambil bersilaturahmi dengan tetangga dan kerabat.

Di Majalengka, Lebaran bukan sekadar hari raya. Ia adalah momen ketika doa, harapan, dan kebersamaan mengalir dari setiap sajadah yang terbentang.

Di tengah senyum dan pelukan keluarga, Hari Raya Idul Fitri kembali menjadi pengingat tentang makna kesucian, persaudaraan, dan harapan baru bagi setiap orang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Majalengka, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.