Kisah Lebaran di Majalengka, Tawa Keluarga Warnai Suasana Hari Raya Idul Fitri
Di penjuru Majalengka, sejak pagi hari menjelang Lebaran, aktivitas warga di berbagai desa terlihat semakin ramai.
MAJALENGKA – Suasana Lebaran di desa-desa Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, selalu menghadirkan cerita hangat yang sulit dilupakan.
Di tengah hamparan sawah, jalan desa yang sederhana, dan rumah-rumah yang mulai ramai didatangi para perantau, tawa keluarga kembali menghidupkan suasana Hari Raya Idulfitri.
Sejak pagi hari menjelang Lebaran, aktivitas warga di berbagai desa di Majalengka terlihat semakin ramai. Anak-anak berlarian di halaman rumah dengan pakaian baru, sementara para orang tua sibuk menyiapkan hidangan khas Lebaran di dapur.
Ketupat yang baru matang, opor ayam dengan kuah santan yang gurih, hingga berbagai kue tradisional tersaji di meja makan. Aroma masakan yang menggoda seolah menjadi penanda bahwa hari kemenangan segera tiba.
Namun bagi banyak warga, Lebaran di kampung bukan sekadar tentang makanan atau tradisi. Lebih dari itu, momen ini menjadi waktu yang paling dinanti untuk berkumpul kembali bersama keluarga yang lama terpisah oleh jarak.
Warga Majalengka Asep Rahmat, mengatakan suasana Lebaran di kampung selalu menghadirkan kebersamaan yang sulit ditemukan di hari-hari biasa.
"Setiap Lebaran, kampung menjadi lebih hidup. Banyak warga yang merantau pulang ke rumah. Anak-anak yang biasanya di kota juga ikut datang, jadi suasananya penuh tawa," ujar Asep.
Menurutnya, tradisi silaturahmi dari rumah ke rumah masih terus dijaga oleh masyarakat desa di Majalengka.
"Setelah salat Id biasanya warga saling berkunjung, saling memaafkan. Ada juga tradisi makan bersama dengan keluarga besar. Itu yang membuat Lebaran di kampung terasa sangat hangat," katanya.
Hal serupa juga dirasakan oleh salah seorang warga, Rina Kartika, yang setiap tahun pulang ke kampung halamannya di Majalengka untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
"Kalau Lebaran di kampung rasanya beda. Bisa kumpul dengan keluarga besar, bercanda dengan saudara, dan mengunjungi tetangga. Itu yang selalu dirindukan," ungkapnya.
Ia mengaku momen paling berkesan saat Lebaran adalah ketika seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang tamu, saling bercerita, dan tertawa bersama.
"Kadang obrolannya sederhana, tapi justru itu yang membuat suasana terasa hangat," ujarnya.
Di kampung-kampung Majalengka, cerita Lebaran selalu hadir dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Tawa anak-anak, pelukan keluarga, serta tradisi silaturahmi yang terus terjaga menjadi warna tersendiri dalam perayaan Hari Raya Idulfitri.
Ketika takbir berkumandang dari masjid-masjid desa, kebersamaan itu terasa semakin kuat. Lebaran di kampung Majalengka pun kembali menjadi kisah tentang keluarga, kerinduan, dan tawa yang menghangatkan hati setiap orang yang pulang ke rumah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

