Anak-anak di Majalengka Menghitung 'Hasil THR Lebaran', Momen Ceria yang Selalu Dinanti
Pasca Lebaran di Majalengka, anak-anak sibuk menghitung THR dari keluarga. Momen ini jadi ajang belajar mengelola uang dan menyimpan kenangan masa kecil yang tak terlupakan.
MAJALENGKA – Setelah hiruk-pikuk Hari Raya Idul Fitri berlalu, ada satu momen sederhana yang selalu dinantikan anak-anak: menghitung "hasil" THR Lebaran. Di banyak rumah di Majalengka, suasana ini menjadi bagian kecil namun penuh keceriaan dari tradisi Lebaran.
Di ruang tamu sebuah rumah di salah satu desa di Majalengka, beberapa anak terlihat duduk melingkar di atas karpet. Di hadapan mereka, sejumlah amplop warna-warni dan lembaran uang tersusun rapi di atas meja kecil.
Dengan wajah penuh antusias, satu per satu amplop dibuka. Suara tawa dan sorakan kecil terdengar setiap kali menemukan nominal uang yang lebih besar dari perkiraan.
Bagi anak-anak, momen ini terasa seperti petualangan kecil setelah beberapa hari berkeliling bersilaturahmi ke rumah keluarga, tetangga, dan kerabat.
Jaffa (8), salah satu anak yang ikut menghitung uang THR-nya, terlihat begitu semangat. Ia menata uang kertas yang baru saja ia keluarkan dari amplop Lebaran.
“Dapat dari om, tante, sama tetangga. Mau ditabung sebagian, tapi sebagian mau beli mainan,” katanya sambil tersenyum.
Tradisi memberi THR kepada anak-anak memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di banyak keluarga di Majalengka.
Biasanya, setelah bersalaman dan saling memaafkan, anak-anak akan menerima amplop berisi uang dari orang tua, kerabat, maupun tetangga.
Nominalnya mungkin tidak selalu besar, tetapi bagi anak-anak, setiap amplop memiliki cerita tersendiri.
Tak jarang, setelah Lebaran usai, anak-anak berkumpul untuk membandingkan jumlah THR yang mereka dapatkan. Suasana penuh canda sering kali muncul ketika mereka saling menghitung dan bercerita dari siapa saja amplop tersebut diterima.
Siti Nurhayati (38), seorang ibu di Majalengka, mengatakan bahwa momen ini selalu menjadi bagian yang menyenangkan bagi anak-anak setelah Lebaran.
"Biasanya mereka langsung kumpul setelah Lebaran untuk menghitung THR. Ada yang mau ditabung, ada juga yang langsung ingin dibelanjakan," ujarnya.
Menurutnya, tradisi ini juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anak tentang cara mengelola uang sejak dini.
Sebagian anak mulai belajar menyisihkan uang mereka untuk ditabung, sementara sebagian lainnya memilih membeli barang yang sudah lama mereka inginkan.
Di balik kesederhanaannya, momen menghitung THR Lebaran menghadirkan kebahagiaan kecil yang sering kali menjadi kenangan masa kanak-kanak yang sulit dilupakan.
Ketika suasana desa/kota di Majalengka perlahan kembali tenang setelah perayaan Idul Fitri, tawa anak-anak yang sibuk menghitung amplop Lebaran menjadi salah satu cerita hangat yang menutup rangkaian hari raya.
Bagi mereka, THR bukan hanya tentang uang. Ia adalah simbol kegembiraan, hadiah kecil dari kebersamaan, dan bagian dari kenangan Lebaran yang akan selalu mereka ingat hingga dewasa nanti. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

