Polres Majalengka dan Tim TAA Polda Jabar Olah TKP, Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Elf
Polres Majalengka dan Tim TAA Ditlantas Polda Jabar olah TKP kecelakaan maut Elf di jalur Panjalu–Cikijing yang tewaskan enam pemudik, guna ungkap sebab dan cegah tragedi serupa.
MAJALENGKA – Polres Majalengka dan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab kecelakaan maut Elf yang menewaskan enam pemudik asal Karawang, Rabu (25/3/2026). Kecelakaan yang terjadi pada Senin (23/3/2026) malam di jalur Panjalu-Cikijing kawasan perbukitan Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dihadiri Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi.
Kehadiran orang nomor satu di Polres Majalengka itu bukan sekadar simbol. Ia berdiri di garis depan, memastikan setiap detail peristiwa kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan Isuzu Elf tersebut diungkap secara ilmiah dan menyeluruh.
Tim TAA yang dipimpin Kasub Satgas Kompol Purwadi bersama AKP Budi langsung bergerak cepat. Dengan peralatan teknologi tinggi, mereka melakukan serangkaian olah TKP secara presisi. Mulai dari analisa umum lokasi, penandaan titik krusial, hingga pemindaian digital untuk merekonstruksi detik-detik kecelakaan secara akurat.
Di sepanjang jalur menurun dan berkelok tajam itu, petugas menyisir area sejauh kurang lebih 170 meter. Setiap sudut diperiksa. Rambu-rambu keselamatan, kondisi jalan, hingga papan imbauan tak luput dari evaluasi. Semua dilakukan demi menemukan benang merah penyebab tragedi yang merenggut 6 korban jiwa dan belasan orang lainnya mengalami luka luka tersebut.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi menegaskan, pelibatan Tim TAA merupakan langkah penting untuk mengungkap fakta berbasis data dan teknologi, bukan sekadar asumsi.
"Analisis ini akan menjadi dasar utama dalam menentukan langkah perbaikan dan pencegahan ke depan," ujarnya tegas.
Di lokasi yang sama, tampak sinergi lintas instansi begitu kuat. Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Renata Surya, Kadishub Majalengka, Dudung Jaja Suharja, Camat Cingambul, Nono Heryano, hingga unsur TNI dan Jasa Raharja turut mendampingi jalannya proses olah TKP.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa penanganan kecelakaan ini tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya kolektif untuk menciptakan sistem keselamatan jalan yang lebih baik. Di balik garis polisi dan kontur jalan yang menantang, satu pesan kuat mengemuka, bahwa setiap tragedi harus menjadi pelajaran.
Dibawah komando Kapolres Majalengka, langkah-langkah konkret terus disiapkan untuk mencegah peristiwa serupa terulang, terlebih di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Di jalan sunyi Cingambul, Kabupaten Majalengka itu, proses pencarian kebenaran masih berlangsung. Namun satu hal sudah pasti: dedikasi tak pernah berhenti, bahkan di tengah luka dan duka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

