Menteri PKP dan Bupati Majalengka Bahas Gentengnisasi, Genteng Jatiwangi Siap Pasok Proyek Perumahan
TIMES Majalengka/Menteri PKP Maruar Sirait dan Bupati Majalengka H Eman Suherman bersama pihak terkait membahas Gentengnisasi. (FOTO: Pemkab Majalengka for TIMES Indonesia)

Menteri PKP dan Bupati Majalengka Bahas Gentengnisasi, Genteng Jatiwangi Siap Pasok Proyek Perumahan

Majalengka jadi pusat program “gentengisasi” nasional. Genteng Jatiwangi disiapkan jadi pemasok utama rumah rakyat, dorong hunian lebih sejuk sekaligus angkat UMKM lokal.

TIMES Majalengka,Jumat 27 Februari 2026, 23:37 WIB
38
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKAKabupaten Majalengka, Jawa Barat, kembali mencuri perhatian dalam panggung nasional sektor perumahan rakyat. Di sebuah pertemuan strategis yang berlangsung di BRILian Club Jakarta Selatan pada Jumat (27/2/2026) malam. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, hingga pelaku usaha genteng Jatiwangi menguatkan langkah menuju program "gentengnisasi" untuk hunian rakyat yang lebih layak, sejuk, dan berkualitas.

Pertemuan itu dihadiri langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, jajaran dirjen terkait, Dirut BRI, perwakilan BP Tapera, Bupati Eman Suherman, Sekda Jawa Barat, Sekda Majalengka, pengusaha genteng dari kawasan Jatiwangi, serta sejumlah pengembang perumahan nasional.

Agenda utama memastikan kesiapan genteng Kabupaten Majalengka sebagai pemasok utama proyek perumahan rakyat di Indonesia. Dalam atmosfer diskusi yang hangat namun strategis, Menteri PKP menegaskan bahwa program gentengisasi merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat. 

Arahan tersebut, kata Bang Ara, sapaan akrabnya, sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto agar rumah rakyat tidak lagi panas dan memiliki daya tahan jangka panjang.

"Gentengisasi ini adalah langkah konkret agar rumah masyarakat lebih nyaman, tidak panas, dan memiliki kualitas yang terjamin,” ujar Menteri PKP usai dalam pertemuan tersebut.

Diskusi selama sekitar satu setengah jam itu mengerucut pada kesiapan UMKM genteng untuk memasok kebutuhan proyek perumahan skala besar. Pengusaha genteng lokal dipertemukan langsung dengan pengembang perumahan sebagai model percontohan kolaborasi industri rakyat dengan sektor properti nasional.

Menteri PKP menekankan tiga syarat utama penggunaan produk UMKM dalam proyek perumahan. Yakni, kualitas dengan daya tahan minimal 15 tahun, estetika yang mendukung tampilan hunian modern, serta ketahanan terhadap panas dan hujan tropis.

Selain itu, aspek harga kompetitif dan kepatuhan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi penentu utama keberlanjutan kerja sama. Dalam kesepakatan awal, harga genteng ditetapkan sebesar Rp4.300 per unit, termasuk biaya pengiriman ke lokasi proyek.

"Angka ini dinilai realistis untuk menjaga keseimbangan antara kualitas produk dan efisiensi pembangunan rumah rakyat. Mutu adalah kunci. Karena itu SNI wajib dipenuhi untuk menjaga standar kualitas," tegasnya, 

Ia juga menambahkan, bahwa pemerintah daerah dan kementerian akan melakukan pendampingan intensif kepada UMKM agar mampu memenuhi standar nasional tersebut.

Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menyambut langkah tersebut dengan penuh optimisme. Ia menilai program gentengisasi bukan sekadar proyek perumahan, melainkan momentum kebangkitan industri genteng lokal agar naik kelas ke pasar nasional.

"Saya selaku Bupati merasa bangga dan berterima kasih kepada Pak Menteri PKP dan Dirut BRI yang berkomitmen mengangkat UMKM Majalengka, khususnya pengrajin genteng di Jatiwangi dan sekitarnya agar naik kelas," ujarnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kualitas, kuantitas, dan estetika produk genteng agar selaras dengan kebutuhan pengembang perumahan. Kolaborasi ini, menurutnya, harus dibangun atas dasar tanggung jawab bersama antara produsen di lapangan dan pihak pemesan proyek.

Pertemuan tersebut menjadi penanda bahwa genteng Majalengka tak lagi hanya dikenal sebagai produk lokal, melainkan siap menembus rantai pasok proyek perumahan nasional. 

Dengan dukungan kementerian, perbankan, dan pengembang, genteng Jatiwangi diproyeksikan menjadi simbol kebangkitan industri keramik tradisional yang bertransformasi menuju standar industri modern.

Di balik pertemuan malam itu, tersimpan harapan besar: rumah-rumah rakyat yang lebih layak, ekonomi lokal yang bergerak, dan nama Majalengka yang kian menguat sebagai sentra genteng nasional.

Program gentengisasi pun bukan sekadar kebijakan, melainkan narasi besar tentang kolaborasi negara dan UMKM dalam membangun hunian yang lebih manusiawi bagi jutaan keluarga Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Majalengka, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.