Rais Syuriah PCNU Garut Semprit KDM, Kiai Amin: Fokus Pengangguran Jabar
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut KH. Rd. Amin Muhyidin. (Foto: Dok. PCNU Garut)

Rais Syuriah PCNU Garut Semprit KDM, Kiai Amin: Fokus Pengangguran Jabar

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut, KH. Rd. Amin Muhyidin Maolani, mengonfirmasi bahwa dirinya termasuk salah satu Rais yang menerima undangan tersebut

TIMES Majalengka,Kamis 20 Agustus 2026, 17:33 WIB
8.3K
Y
Yusuf Arifai

JAKARTAUndangan dengan logo Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kepada 11 Rais Syuriah PCNU se-Jawa Barat menuai sorotan. Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut, KH. Rd. Amin Muhyidin Maolani, mengonfirmasi bahwa dirinya termasuk salah satu Rais yang menerima undangan tersebut. 

Diketahui, undangan yang turut mengikutsertakan Bupati dan Wali Kota itu beredar luas. Disinyalir undangan itu berkaitan erat dengan dinamika menjelang Muktamar NU yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026.

Kiai Amin menyangsikan pertemuan itu murni membahas agenda pembangunan daerah, mengingat momentumnya sangat berdekatan dengan hajatan tertinggi Nahdlatul Ulama.

"Sejauh dan seingat saya, Gubernur tidak pernah mengundang kami sebagai Rais NU di Jabar untuk kepentingan pembangunan Jawa Barat. Maka ketika hari ini Gubernur mengundang dan waktunya tidak jauh dari Muktamar, tentu saja pembahasannya tidak akan jauh dari persoalan Muktamar," ujar Kiai Amin, Rabu (19/8/2026).

Kiai Amin secara tegas meminta KDM untuk tidak ikut campur dalam urusan internal NU, apa pun motivasinya. 

Menurutnya, kepentingan NU dan warganya hanya diketahui serta dipahami secara utuh oleh internal warga dan pengurus organisasi itu sendiri.

Langkah KDM mengundang para Rais PCNU dinilai berpotensi menjadi preseden buruk bagi hubungan sinergis antara NU dan pemerintah daerah. 

Kiai Amin mengingatkan bahwa NU memiliki memori buruk terkait intervensi kekuasaan, seperti yang pernah terjadi pada masa Orde Baru saat pemerintah berupaya mengonsolidasi kekuatan tertentu demi kepentingan politik meski pada akhirnya agenda intervensi tersebut gagal total.

Daripada menyita energi pada urusan Muktamar NU, Kiai Amin menyarankan Gubernur Jawa Barat untuk memfokuskan perhatian pada penanganan berbagai persoalan daerah yang masih menumpuk. 

Menurutnya, Pemprov Jabar masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam mengatasi tingginya angka pengangguran, masalah lingkungan, nasib sekolah swasta, hingga perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan pesantren yang dinilainya masih terabaikan.

"Untuk Gubernur KDM, kalau mau mengundang PCNU nanti setelah Muktamar saja. Kita perlu diskusi soal pendidikan keagamaan dan pesantren, yang sampai hari ini Pemprov Jabar alfa," tegas Kiai Amin.

Sambil mendoakan agar Gubernur Jawa Barat senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan roda pemerintahan, Kiai Amin meminta agar proses Muktamar NU dibiarkan berjalan secara independen di tangan para pengurus dan kiai NU. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Khoirul Anwar

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Majalengka, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.