AKBP Rita Suwadi Menjaga Jalan Pulang
Kapolres Majalengka AKBP Rita Rita Suwadi, menjadi sosok vital kelancaran arus mudik di wilayah Majalengka.
Majalengka – Langit Majalengka seolah menggantung rendah. Kabut tipis bercampur dengan kepulan asap knalpot yang menguar dari ribuan kendaraan yang tak henti mengalir.
Jalanan berubah menjadi lautan cahaya, lampu-lampu kendaraan berpendar seperti kunang-kunang yang kehilangan arah, bergerak perlahan menuju satu tujuan yang sama: pulang.
Di tengah riuhnya suara klakson dan deru mesin, gema takbir menggema dari kejauhan. Lirih, namun menembus hiruk-pikuk. Seakan menjadi pengingat, bahwa di balik perjalanan panjang ini, ada rindu yang menunggu untuk dituntaskan.
Di sanalah ia berdiri. Sosok Kapolres Majalengka AKBP Rita Rita Suwadi, seorang perempuan berseragam cokelat, tegap di bawah sorot lampu jalan. Tatapannya menyapu arus kendaraan yang tak pernah putus, seolah membaca setiap cerita yang melintas di hadapannya.
Baginya, jalanan malam itu bukan sekadar jalur mudik, melainkan aliran harapan dari ribuan hati yang ingin sampai ke rumah. Langkahnya perlahan namun pasti. Sepatu dinasnya menyentuh aspal yang hangat oleh gesekan roda.

Ia menyusuri titik demi titik, memastikan tak ada celah bagi kekacauan. Di balik ketenangannya, ada tanggung jawab besar yang dipikul dalam diam.
Angin malam berhembus pelan, membawa sisa-sisa panas mesin dan aroma perjalanan jauh. Namun ia tetap berdiri, tak bergeser sedikit pun. Sejenak, ia menghentikan langkah.
Matanya menatap jauh ke arah barisan kendaraan yang memanjang seperti tak berujung. Dalam diam itu, suaranya akhirnya pecah, pelan, namun penuh arti.
"Kami ingin mereka sampai… dengan selamat," ucapnya lirih, seolah berbicara pada malam.
Tak ada nada tinggi, tak ada tekanan. Hanya ketulusan yang mengalir di setiap kata. "Bagi kami, ini bukan sekadar tugas. Ini tentang memastikan mereka bisa memeluk keluarganya… tertawa bersama… merayakan hari kemenangan tanpa rasa khawatir," lanjutnya.
Ia menarik napas panjang. Di kejauhan, seorang anak kecil terlihat tertidur di pangkuan ibunya di dalam kendaraan yang terjebak antrean. Seorang ayah menggenggam kemudi dengan mata lelah, namun penuh harapan.
Pemandangan itu tertangkap jelas dalam benaknya dan seketika, semua lelah terasa menemukan maknanya. Waktu berjalan tanpa terasa. Di saat sebagian orang telah sampai di rumah, menyiapkan hidangan, atau bercengkerama dengan keluarga
Ia justru masih berada di sini, di antara lampu-lampu jalan dan suara kendaraan yang tak pernah benar-benar sunyi. Namun ia tak sendiri. Ada tanggung jawab yang menemaninya. Ada keikhlasan yang menguatkannya.
"Kami akan tetap di sini… sampai mereka semua benar-benar sampai," katanya lagi, kali ini lebih tegas.
Gema takbir kembali terdengar, lebih dekat, lebih jelas. Seolah mengiringi setiap langkah pengabdian yang ia jalani malam itu. Dan di tengah segala hiruk-pikuk itu, sosok AKBP Rita Suwadi tetap berdiri menjadi penjaga sunyi di balik riuhnya perjalanan.
Karena baginya, Lebaran bukan hanya tentang tiba di tujuan. Tetapi tentang memastikan… semua orang bisa sampai dengan selamat, untuk merayakan kebahagiaan yang telah lama dinantikan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


