TIMES MAJALENGKA, PEMALANG – Apem Comal merupakan kue tradisional khas Pemalang, Jawa Tengah yang banyak diburu pembeli. Rasanya yang manis membuatnya disuka semua orang.
Harganya yang terjangkau juga menjadi faktor kue kuno ini jadi buah tangan idaman saat libur lebaran seperti saat ini.
Kurniawan (45), warga Belik Pemalang, yang ditemui saat membeli Apem di pasar Comal menuturkan, jika dirinya bersama keluarga sengaja membeli oleh -oleh khas tradisional tersebut,
"'Saya sengaja datang ke pasar Comal untuk membeli oleh -oleh Apem Comal, sebab di tempat lain ngga ada, ini saya beli dua besek besar untuk keluarga di Sukoharjo," tuturnya, Sabtu siang (5/4/2025).
Sementara itu, Kholifah (55) Pedagang Apem di pasar Comal mengatakan, penjualan kue apem meningkat.
"Alhamdulillah, sampai ribuan Apem Comal terjual. Untuk harga tidaknsaya naikan R10 ribu dapat 6-7 buah apem, kalau mau pakai wadah besek/anyaman bambu tinggal nambah harga besek," tutur Kholifah.
Menurutnya, pembuatan Apem Comal cukup mudah dengan bahan yang gampang didapat.
Kholifah menjelaskan, jajanan jadul ini terbuat dari tepung beras, tepung tapioka, gula Jawa, santan kental, ragi, dan garam. Untuk membuatnya, adonan difermentasi agar teksturnya menjadi lembut dan berongga. Setelah itu adonan dituangkan ke dalam cetakan khusus, kemudian dikukus hingga matang.
"Ciri khas dan rasa Apem Comal memiliki rasa manis dan sedikit asam. Teksturnya lengket, mirip dodol atau jenang. Rasanya ringan sehingga cocok disajikan apalagi untuk oleh -oleh," ucapnya.
Apem Comal sering disajikan dengan campuran kelapa parut dan areh atau santan kental.
Asal-usul nama Apem Comal karena pemasaran kur ini hingga daerah Comal, walau banyak diproduksi di daerah Pekalongan. Apem Comal dijual di hampir seluruh pasar di Pemalang, terutama di sekitar kios makanan ringan (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Apem Comal Pemalang Laris Manis untuk Oleh - oleh Lebaran
Pewarta | : Ragil Surono |
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |