TIMES MAJALENGKA, MALANG – Beredar sebuah video berdurasi sekitar 20 detik di media sosial Facebook yang memperlihatkan seorang pria berseragam TNI membawa map berwarna hijau. Di belakangnya terlihat beberapa orang lain, termasuk sosok yang mengenakan pakaian mirip kepala desa dan aparat desa, dengan posisi kepala menunduk.
Video tersebut disertai narasi yang mengklaim bahwa TNI telah menangkap kepala desa yang menyalahgunakan bantuan sosial (bansos) dan dana desa. Unggahan itu juga mengajak warganet untuk melaporkan kepala desa yang diduga menyelewengkan anggaran agar TNI segera bertindak dan melakukan audit.
Narasi dalam unggahan tersebut berbunyi:
“Inilah contoh kepala desa yang tertangkap menyalahgunakan bansos dan dana desa. Bantuan rakyat bukan untuk pribadi kalian. Ini uang negara yang seharusnya tepat sasaran bukan untuk memperkaya diri sendiri. Jika ditempat kalian ada kepala desa yang menyelewengkan dana desa bansos laporkan kepada kita. Kami akan segera bertindak.”
https://www.facebook.com/reel/2093785124767498
Lantas, benarkah video tersebut menunjukkan tindakan TNI yang akan mengaudit atau menindak kepala desa terkait dugaan korupsi dana desa?
Penelusuran Fakta
Tim Cek Fakta TIMES Indonesia menelusuri klaim yang beredar dalam video tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ditemukan satu pun pernyataan resmi dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menyebutkan bahwa TNI berwenang mengaudit dana desa atau menangkap kepala desa yang terindikasi melakukan korupsi bansos maupun dana desa seperti yang dinarasikan dalam unggahan.
Selain itu, proses audit dana desa dan penanganan dugaan korupsi merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan lembaga pengawas sesuai peraturan perundang-undangan, bukan dilakukan langsung oleh TNI.
Tim Cek Fakta juga melakukan pemeriksaan terhadap video tersebut menggunakan aplikasi pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan (AI), yakni Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa video tersebut sangat kuat terindikasi merupakan hasil rekayasa atau manipulasi berbasis AI.

Tidak ada konteks kejadian nyata, lokasi, maupun keterangan waktu yang dapat diverifikasi dari video tersebut.
Kesimpulan
Klaim bahwa video tersebut memperlihatkan TNI memarahi, menangkap, dan akan mengaudit kepala desa yang menyelewengkan dana desa atau bansos adalah hoaks. Video yang beredar merupakan konten hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI). Pun tidak didukung oleh fakta maupun pernyataan resmi dari TNI. Konten ini tergolong fabricated content karena membangun narasi palsu tentang sesuatu.
Tentang Cek Fakta TIMES Indonesia
TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah media massa dan komunitas (Mafindo) untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.
Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim Cek Fakta TIMES Indonesia di email: [email protected] atau [email protected]. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: CEK FAKTA: Hoaks AI! TNI Menangkap dan Audit Kepala Desa Menyelewengkan Dana Desa
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |