Transaksi Meningkat, Warga Diminta Waspadai Uang Palsu saat Lebaran
Polres Majalengka mengingatkan masyarakat waspada peredaran uang palsu jelang Lebaran 2026. Warga diminta cek keaslian uang dengan metode 3D serta meningkatkan kehati-hatian saat bertransaksi.
MAJALENGKA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Polres Majalengka, Polda Jawa Barat, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu di tengah lonjakan aktivitas ekonomi dan transaksi tunai.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasi Humas AKP Yayan Suripna menyampaikan bahwa momen menjelang Lebaran kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyusupkan uang palsu dalam peredaran.
"Perputaran uang yang tinggi saat Lebaran menjadi celah bagi pelaku. Kami mengimbau masyarakat agar lebih teliti, terutama saat menerima uang pecahan besar," ujar AKP Yayan kepada TIMES Indonesia, Rabu (18/3/2026)
Ia menekankan pentingnya mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang). Uang asli memiliki warna yang lebih jelas, tekstur kasar pada bagian tertentu, serta dilengkapi tanda air dan benang pengaman saat diterawang.
Tak hanya masyarakat umum, pihak kepolisian juga mengingatkan para pelaku usaha, khususnya pedagang di pasar dan toko retail, agar lebih berhati-hati. Penggunaan alat bantu seperti lampu ultraviolet (UV) atau mesin pendeteksi uang dapat menjadi langkah preventif yang efektif.
Polres Majalengka juga memastikan akan meningkatkan patroli serta pengawasan di titik-titik rawan peredaran uang palsu. Kerja sama dengan perbankan dan instansi terkait turut diperkuat guna menekan potensi kejahatan ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

