HUT ke-81 RI, Bupati Eman Paparkan Capaian Ekonomi hingga Ketahanan Pangan Majalengka
Pemkab Majalengka menggelar upacara HUT ke-81 Republik Indonesia. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)

HUT ke-81 RI, Bupati Eman Paparkan Capaian Ekonomi hingga Ketahanan Pangan Majalengka

Bupati Eman menegaskan bahwa kemerdekaan tidak semestinya dimaknai sebatas seremoni tahunan.

TIMES Majalengka,Senin 17 Agustus 2026, 12:08 WIB
698
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKAMomentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi panggung bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, untuk menyampaikan perkembangan pembangunan daerah kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Majalengka H. Eman Suherman saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Majalengka di Lapang Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, Pramuka, serta berbagai elemen masyarakat.

Bupati Eman menegaskan bahwa kemerdekaan tidak semestinya dimaknai sebatas seremoni tahunan.

Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi kerja nyata melalui pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Di hadapan peserta upacara, Eman memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Majalengka yang menunjukkan perkembangan di berbagai sektor.

Pendidikan dan Kesehatan Terus Menguat

Di bidang pendidikan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat Majalengka meningkat dari 7,53 tahun pada 2024 menjadi 7,81 tahun pada 2025.

Pemkab Majalengka juga terus menjalankan program Satu Desa Satu Sarjana. Pada 2025, sebanyak 70 kuota telah disalurkan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 100 kuota pada 2026 melalui kerja sama dengan Universitas Teknologi Bandung.

Program tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan tinggi, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program kerja di Jepang.

Pembangunan sarana pendidikan turut diperkuat. Melalui APBN, pembangunan infrastruktur pendidikan mencakup 40 SD, 25 SMP, dan 66 PAUD. Sementara melalui APBD, pemerintah daerah merehabilitasi 18 SD dan lima SMP.

Di sektor kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Majalengka juga mengalami peningkatan. Angkanya naik dari 74,98 tahun pada 2024 menjadi 75,32 tahun pada 2026.

Menurut Eman, peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Majalengka.

4.122 Rumah Tidak Layak Huni Mendapat Bantuan

Pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap kualitas hunian masyarakat melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Sepanjang 2026, bantuan Rutilahu mencapai 4.122 unit.

Rinciannya, sebanyak 2.122 unit melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PKP, 1.715 unit melalui Bantuan Keuangan Kabupaten (BKK), 250 unit melalui program CSR, dan 35 unit melalui Dana Alokasi Umum (DAU).

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Infrastruktur Jalan dan Irigasi Diperkuat

Pada sektor infrastruktur, Pemkab Majalengka pada 2026 membangun jalan sepanjang 117 kilometer. Pembangunan tersebut turut meningkatkan tingkat kemantapan jalan daerah hingga mencapai 90,95 persen.

Penguatan infrastruktur juga menyasar sektor pertanian. Sebanyak 119 unit irigasi perpompaan dan 37 unit irigasi perpipaan telah disalurkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Melalui dukungan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang dilaksanakan bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung, rehabilitasi jaringan irigasi pada 2026 dilakukan di 12 daerah irigasi dengan cakupan 556 hektare dan nilai pekerjaan mencapai Rp2,6 miliar.

Selain itu, pemerintah juga membangun 27 titik sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dengan nilai mencapai Rp48,6 miliar.

Surplus Beras Majalengka Capai 122.421 Ton

Capaian positif juga terlihat dari sektor ketahanan pangan. Hingga Juli 2026, Kabupaten Majalengka mencatat surplus beras sebesar 122.421 ton.

Angka tersebut berasal dari kebutuhan sebanyak 171.666 ton dengan ketersediaan mencapai 294.086 ton.

Untuk komoditas jagung, surplus tercatat sebesar 13.755 ton, dengan kebutuhan 29.157 ton dan ketersediaan mencapai 33.920 ton.

Sementara itu, penyerapan pupuk bersubsidi Urea telah mencapai 55,36 persen atau 20.153 ton dari alokasi 36.400 ton. Adapun pupuk NPK terserap 60,01 persen atau 17.110 ton dari alokasi 28.514 ton.

Pemerintah daerah memastikan ketersediaan stok pupuk masih aman hingga Desember 2026.

Ekonomi Tumbuh, Pengangguran dan Kemiskinan Menurun

Dari sisi ekonomi, Majalengka juga mencatat pertumbuhan positif. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) meningkat dari 6,38 persen menjadi 6,86 persen pada 2025, yang disebut menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa Barat.

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,62 persen. Sementara angka kemiskinan juga menurun menjadi 10,31 persen.

Eman menegaskan, berbagai capaian tersebut bukan hasil kerja pemerintah daerah semata. Pembangunan membutuhkan keterlibatan DPRD, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, momentum HUT ke-81 RI harus menjadi energi baru untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Majalengka.

"Modal utama dalam membangun itu kebersamaan, kekompakan dan gotong royong," kata Eman.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan bersama, sehingga semangat yang sama harus diterapkan dalam pembangunan daerah.

Eman menilai pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan seorang kepala daerah. Diperlukan gagasan dan inisiatif dari pemimpin, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, serta dukungan pembiayaan yang memadai.

"Pembangunan itu akan sukses manakala ada inisiatif dan gagasan dari pemimpinnya. Tidak akan bisa terlaksana kalau tidak kolaborasi, dan pembangunan bisa terlaksana serta cepat manakala ditunjang dengan finansial," ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung, Eman mengakui aspek pembiayaan menjadi salah satu persoalan yang terus dihadapi pemerintah daerah.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar agenda pembangunan tetap berjalan.

Melalui momentum HUT ke-81 RI, Eman juga mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang telah dan sedang dijalankan Pemkab Majalengka.

Ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada upacara, tetapi diwujudkan melalui kerja keras, gotong royong, kolaborasi, serta partisipasi masyarakat untuk menciptakan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

"Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, tidak bisa oleh seorang Bupati maupun Wakil Bupati. Semuanya harus berkolaborasi. Mari kita bersama sama wujudkan Majalengka 'Langkung SAE'," tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Majalengka, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.