Cicit Mbah Wahab Menikah dengan Putra Kiai Maman di Tengah Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Cicit Mbah Wahab Menikah dengan Putra Kiai Maman di Tambakberas. (FOTO: Kiai Maman Imanulhaq for TIMES Indonesia)

Cicit Mbah Wahab Menikah dengan Putra Kiai Maman di Tengah Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

Akad nikah digelar di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan dihadiri keluarga besar kedua mempelai, para kiai, ulama, tokoh masyarakat, serta dzuriyah KH Abdul Wahab Chasbullah.

TIMES Majalengka,Jumat 28 Agustus 2026, 19:31 WIB
216
J
Jaja Sumarja

JOMBANGDi tengah berlangsungnya Muktamar ke -35 NU (Nahdlatul Ulama) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebuah peristiwa keluarga turut berlangsung khidmat.

Hablie Ainalhaq, putra ulama sekaligus anggota DPR RI, KH Maman Imanulhaq asal Kabupaten Majalengka, resmi menikah dengan Dian Tsuroyya Patria Ummah atau Ning Aya, putri Gus Edi Najib Wahab Hasbullah, Jumat (28/8/2026).

Akad nikah digelar di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan dihadiri keluarga besar kedua mempelai, para kiai, ulama, tokoh masyarakat, serta dzuriyah KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab.

Sejumlah tokoh keluarga dan pesantren turut hadir, di antaranya Dr. KH. Hasib Wahab Chasbullah bersama keluarga besar Bani Wahab serta Bu Nyai Muhashonah Iskandar, ibunda Gus Muhaimin, dan sejumlah ulama lainnya.

Pernikahan tersebut memiliki makna khusus karena mempertemukan dua keluarga yang memiliki akar kuat dalam tradisi pesantren dan perjalanan keulamaan di Indonesia.

Ning Aya merupakan putri Gus Edi Najib Wahab Hasbullah sekaligus cicit Mbah Wahab, salah satu pendiri NU yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

Jejak keulamaan keluarga Ning Aya juga terhubung dengan tradisi pesantren Buntet di Cirebon melalui garis keturunan dari Kiai Jawawi bin Yusuf bin Kiai Mu'thi bin Muta’ad bin Mbah Muqoyyim, ulama yang dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Buntet.

Sementara itu, Hablie Ainalhaq merupakan putra KH. Maman Imanulhaq, ulama yang aktif dalam dakwah, pendidikan, kepesantrenan, dan pemberdayaan masyarakat serta saat ini menjadi anggota DPR RI Komisi VIII.

Pertemuan kedua keluarga tersebut sekaligus mempertautkan dua tradisi pesantren yang memiliki sejarah panjang, yakni Tambakberas di Jombang dan Buntet di Cirebon.

Kiai Hasib Wahab menyampaikan harapan agar pernikahan tersebut menjadi ikatan suci yang membawa keberkahan bagi kedua mempelai, keluarga, dan masyarakat.

"Keluarga besar kedua mempelai berharap pernikahan ini menjadi mitsaqan ghalizhan, ikatan suci yang menghadirkan keberkahan bagi kedua mempelai, keluarga, serta masyarakat luas," ujar Kiai Hasib Wahab.

KH. Maman Imanulhaq juga berharap Hablie dan Ning Aya mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah sekaligus meneruskan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para orang tua dan masyayikh.

"Pernikahan adalah ikatan dua keluarga dan dua perjalanan kehidupan. Semoga Hablie dan Ning Aya dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta meneruskan kebaikan dan pengabdian yang telah diteladankan para orang tua dan para masyayikh," kata Kiai Maman.

Dua Momentum Bertemu di Tambakberas

Pernikahan Hablie dan Ning Aya berlangsung bersamaan dengan perhatian publik Nahdliyin yang tertuju ke Tambakberas sebagai salah satu lokasi penting dalam rangkaian Muktamar NU.

Di satu sisi, para kiai, ulama, dan muktamirin berkumpul membahas masa depan organisasi. Di sisi lain, dua keluarga besar pesantren berkumpul untuk mengawali perjalanan rumah tangga generasi berikutnya.

Dua momentum tersebut bertemu dalam ruang yang sama: lingkungan pesantren yang selama puluhan tahun menjadi tempat tumbuhnya tradisi keilmuan, dakwah, silaturahmi, dan pengabdian.

Bagi kedua keluarga, pernikahan ini bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi bagian dari kesinambungan tradisi keluarga dan pesantren yang diwariskan lintas generasi.

Dari Tambakberas, ketika para ulama membicarakan masa depan NU, sebuah keluarga baru juga memulai perjalanan masa depannya, dengan membawa harapan untuk terus belajar, mengabdi, berdakwah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Majalengka, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.