Meski Libur Lebaran, Kantor Pemerintah di Majalengka Tak Boleh Kosong
Meski sebagian besar masyarakat menikmati momen Lebaran bersama keluarga, aktivitas pemerintahan di Majalengka dipastikan tidak akan berhenti.
MAJALENGKA – Menjelang libur panjang Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga pelayanan publik.
Meski sebagian besar masyarakat menikmati momen Lebaran bersama keluarga, aktivitas pemerintahan di Majalengka dipastikan tidak akan berhenti.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa Idulfitri bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Justru pada momentum tersebut, kehadiran pemerintah harus tetap dirasakan secara nyata.
Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pengaktifan sistem piket di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kebijakan ini bertujuan memastikan kantor pemerintahan tetap terisi dan tidak dibiarkan kosong selama masa libur Lebaran.
"Seluruh perangkat daerah harus memastikan kantor tetap terpantau. Sistem piket harus berjalan dengan baik agar keamanan lingkungan kantor tetap terjaga selama libur Idulfitri," tegas Bupati, Selasa (16/3/2026).
Selain menjaga kesinambungan pelayanan publik, kebijakan tersebut juga menjadi langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan selama libur panjang, seperti pencurian, pemborosan energi, hingga risiko kebakaran.
Tak hanya itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas dalam birokrasi.
Ia mengingatkan bahwa libur panjang bukan celah untuk melemahkan disiplin kerja, melainkan kesempatan untuk membuktikan komitmen sebagai pelayan masyarakat.
Bupati Eman Suherman secara tegas menolak segala bentuk praktik yang mencederai sistem pemerintahan, termasuk jual beli jabatan maupun sekat kelompok yang dapat mengganggu kinerja aparatur.
"Integritas adalah fondasi utama dalam pelayanan publik. Tidak boleh ada praktik yang merusak profesionalitas kerja," ujarnya.
Sementara Sekda Majalengka, Aeron Randi, turut memaparkan sejumlah agenda penting dalam menyambut Idulfitri. Salah satunya adalah rencana pelaksanaan Salat Idulfitri di Alun-Alun Majalengka yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengimbau agar tradisi takbiran keliling tetap dilaksanakan secara sederhana, dengan mengedepankan ketertiban dan keamanan lingkungan.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan suasana Idulfitri yang aman, tertib, dan penuh makna bagi seluruh masyarakat Majalengka.
Di tengah nuansa Lebaran yang identik dengan kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama yang tidak mengenal waktu libur.
Mengakhiri arahannya, Bupati Eman Suherman mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk terus menjaga disiplin dan integritas demi kemajuan daerah. "Mari kita jaga integritas dan kedisiplinan demi Majalengka yang langkung SAE," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

